Gagal Liver

Gagal Liver

Gagal Liver

Gagal liver adalah kondisi ketika organ liver tidak bisa berfungsi kembali akibat mengalami kerusakan yang sangat luas. Kondisi ini bisa menyebabkan kematian dan memerlukan perawatan medis secepatnya.

Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk perkembangan gejalanya, gagal liver dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu gagal hati akut (fulminant hepatic failure atau FHF), gagal hati sub-akut (late-onset hepatic failure) dan gagal hati kronis (chronic decompensated hepatic failure).

Pada gagal hati akut, hati tidak berfungsi dalam waktu 8 jam setelah faktor penyebab mulai menimbulkan kerusakan pada organ hati. Apabila kegagalan fungsi hati terjadi dalam waktu dan jangka waktu 8 hingga 26 minggu, maka disebut gagal hati sub-akut. Sedangkan pada gagal hati kronis, kerusakan terjadi secara perlahan, bahkan bisa dalam waktu beberapa tahun, sampai organ hati akhirnya mengalami kegagalan fungsi.

Penanganan gagal liver ditujukan untuk mengatasi faktor penyebabnya dan mengembalikan fungsi hati. Apabila fungsi hati tetap tidak dapat kembali normal setelah faktor penyebabnya ditangani dengan pemberian obat-obatan, maka dilakukan transplantasi hati.

 

Gejala Gagal Liver

Gejala awal gagal hati mirip dengan kondisi medis lainnya sehingga sering kali salah terdiagnosa. Gejalanya meliputi tubuh merasa lelah, diare, mual, dan berkurangnya selera makan. Pada saat kerusakan yang terjadi berlanjut menjadi lebih serius, akan muncul tanda-tanda seperti:

  • Muntah
  • Lesu, mengantuk
  • Nyeri perut di bagian kanan atas
  • Perut membengkak
  • Mudah mengalami perdarahan
  • Disorientasi mental atau bingung (ensefalopati hepatik), hingga bisa menyebabkan koma

 

Penyebab Gagal Liver

Jenis gagal liver yang paling banyak terjadi adalah gagal hati kronis, yang perjalanan penyakitnya terjadi dalam waktu beberapa bulan hingga beberapa tahun. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh:

  • Penyakit sirosis hati.
  • Hepatitis B dan hepatitis C.
  • Gizi yang buruk.
  • Konsumsi alkohol dalam waktu lama.
  • Hemokromatosis, yaitu keadaan di mana ada terlalu banyak zat besi dalam tubuh.

 

Sedangkan penyebab gagal hati akut umumnya adalah:

  • Infeksi yang disebabkan virus, seperti hepatitis, Epstein-Barr, adenovirus.
  • Racun, misalnya racun dari jamur liar Amanita phalloides.
  • Suplemen herbal, seperti kava dan dan efedra.
  • Beberapa penyakit, seperti penyakit autoimun, penyakit vaskuler dan penyumbatan pembuluh vena hati, penyakit metabolik (misalnya penyakit Wilson dan penyakit perlemakan hati akut), serta kanker pada hati atau kanker lain yang menyebar ke organ hati.
  • Obat-obatan, seperti antibiotik dan antikejang.
  • Penggunaan paracetamol dalam dosis tinggi.

Di samping karena faktor-faktor penyebab di atas, ada juga kasus-kasus gagal hati akut yang penyebabnya tidak diketahui.

 

Diagnosis Gagal Liver

Pada pemeriksaan fisik, dapat ditemukan adanya tanda-tanda kegagalan fungsi hati, seperti pembengkakan pada perut, nyeri perut kanan atas, serta warna kulit dan mata yang kekuningan (jaundice). Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kondisi dan fungsi hati serta komplikasi yang sudah terjadi, dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti

  • Pemeriksaan darah untuk meniai fungsi hati.
  • Pemindaian organ hati, misalnya dengan USG, CT scan atau MRI untuk melihat adanya kerusakan pada organ hati dan seberapa jauh kerusakan tersebut.
  • Pemeriksaan jaringan hati melalui biopsi untuk mengetahui penyebab kerusakan hati.
  • EEG untuk mendeteksi adanya enselofati.

 

Komplikasi Gagal Liver

Komplikasi yang dapat ditimbulkan pada kegagalan fungsi hati adalah:

  • Terjadi akibat kurangnya jumlah faktor pembeku darah yang diproduksi oleh hati. Pada kasus gagal hati akut, perdarahan biasanya terjadi di dalam saluran pencernaan.
  • Pembengakan otak (cerebral edema) karena adanya penimbunan cairan di otak, sehingga terjadi peningkatan tekanan intrakranial, penekanan pada beberapa bagian otak, dan berkurangnya oksigen di dalam otak.
  • Gagal ginjal, khususnya jika disebabkan oleh overdosis paracetamol.
  • Penderita gagal hati berisiko tinggi terkena infeksi, terutama infeksi di dalam darah, saluran pernapasan, dan saluran kemih.

 

Pencegahan Gagal Liver

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko mengalami gagal liver adalah:

  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Menggunakan paracetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Dosis total untuk orang dewasa tidak melebihi 4 gram dalam 24 jam.
  • Tidak berbagi perlengkapan mandi dengan orang lain, misalnya sikat gigi dan pisau cukur.
  • Menerapkan pola makan sehat.
  • Menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan atau setelah dari kamar mandi.
  • Mendapatkan vaksin hepatitis / immunoglobulin untuk mencegah hepatitis A atau B.
  • Tidak berbagi-pakai alat suntik, untuk menghindari penularan hepatitis B dan hepatitis C.

 

Gagal Liver

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*