Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik

Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik

Apa itu Perlemakan Hati Non Alkoholik ?

Penyakit perlemakan hati non alkoholik merupakan penyakit yang erat hubungannya dengan obesitas, resistensi insulin dan dislipidemia. Batasan non alkoholik yang disetujui untuk defenisi NAFLD adalah jumlah ethanol yang dikonsumsi kurang dari 70 gram/minggu bagi wanita dan dan kurang dari 140 gram/minggu bagi pria. Saat ini Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik menjadi penting dalam implikasi klinis karena:

a)       Kausa terbanyak dari peningkatan transaminase di Amerika,

b)      Peningkatan prevalensi kelainan perlemakan hati dan

c)       Potensial berkembang menjadi sirosis hati dan karsinoma hepatoseluler.

Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik

Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik

PENYEBAB

Apa saja penyebab Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik ?

Berbagai jenis kondisi dan zat dapat berhubungan dengan terjadinya NAFLD. Secara umum, penyebab Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik dibagi menjadi dua kategori, obat-obatan & toksin serta kelainan metabolik, baik yang didapat atau kongenital. Hal-hal yang berpotensi sebagai penyebab Perlemakan Hati Non Alkoholik, antara Lain:

a. Kelainan metabolik; seperti diabetes melitus, dislipidemia (gangguan metabolisme lemah), kwashiorkor dan marasmus (malnutrisi kalori dan protein), obesitas, dan penderita kelaparan.

b. Obat-obatan sitotoksik dan sitostatik, seperti obat-obatan untuk kemoterapi

c. Toksin dan obat-obatan lainnya; seperti estrogens (obat-obatan hormonal)

d. Logam-logam; seprti antimon, garam barium, krom

e. Kelainan metabolisme bawaan, seperti aberalipoproteinemina, famililal hepatosteatosis, penyakit wilson.

f. Prosedur bedah, seperti gastric bypass, reseksi usus halus.

g. Kondisi lain-lain; seperti terpapar bahan industri petrokimia, penyakit peradangan usus, lipodistrofi parsial, diverticulosis jejunum dengan pertumbuhan bakteri yang berlebihan, anemia berat dan total parental nutrition

 

GEJALA DAN TANDA

Bagaimana gejala dan tanda dari penderita Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik ?

Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik biasanya tidak memiliki gejala dan tanda. Namun, sebagian penderita Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik mengeluh mudah lelah dan terdapat rasa tidak nyaman pada bagian abdomen kanan atas yang diduga berhubungan dengan distensi kapsul hati. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya stigmata penyakit hati menahun, sedangkan hepatomegali ditemukan pada 50% pasien pada tahap awal. Sebagian besar pasien mempunyai berat badan berlebih, obesitas pada bagian perut dan hipertensi ditemukan pada 15-68% kasus.

Bagaimana pengobatan Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik ?
Beberapa pengobatan yang mampu mengurangi kerusakan hati yang berat pada pasien yang obesitas antara lain:

a)      Obat yang meningkatkan sensitifitas insulin
Resistensi insulin merupakan faktor predisposisi dari Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik. Obat yang telah diteliti mampu memperbaiki sensitifitas insulin yaitu metformin dan golongan tiazulimindion.

b)      Antioksidan
Pada pasien dengan Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik antioksidan berperan mencegah progresifitas steatosis menjadi steatohepatitis dan fibrosis. Obat antioksidan yang telah di uji pada Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik meliputi vitamin E, vitamin C dan N-acetylcystein.

c)       Ursodeoxycholic acid (UDCA)
UDCA dapat melindungi sel hati terhadap cedera dan menurunkan stres oksidatif serta mengurangi produksi TNF sehingga akan meningkatkan sensitifitas insulin.

d)      Obat untuk menurunkan lipid
Beberapa obat seperti clofibrate, gemfibrozil, dan atorvastatin dapat menurunkan trigliserid dan transaminase walaupun berat badan tidak turun.

 

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik ?

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik, seperti:

a)      Pola makan yang sehat. Pilih pola makanan nabati yang kaya buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan  lemak sehat.

b)      Menjaga berat badan normal. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, kurangi jumlah kalori yang dikonsumsi setiap harinya dan perbanyak olahraga. Jika telah memiliki berat badan normal, pertahankan dengan memilih pola makan yang sehat dan berolahraga.

c)       Gunakan bahan kimia dengan hati-hati. Ikuti petunjuk pada bahan kimia rumah tangga. Jika memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia, ikuti langkah-langkah keamanan sesuai prosedur

Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikutnya:

a)      Mungkin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk Fibrosis Hati

b)      Mungkin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk Gagal Hati

c)       Mungkin memiliki resiko yang lebih tinggi untuk Sirosis Hati

 

 

Penyakit Perlemakan Hati Non Alkoholik

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*